Langsung ke konten utama

Pengalaman ikut Tes Tulis PKN STAN 2018!


Halo! Apa kabar liburannya?
Karena sebentar lagi liburan usai, dan akan kembali menjalani rutinitas kampus, sebelum kembali sibuk dan menghadapi UAS aku ingin sedikit berbagi pengalamanku sewaktu ikut tes masuk PKN STAN tahun lalu. Buat kalian para calon Stanners, jangan lupa belajar dan semangat terus yaa!

                Ujian masuk PKN STAN tahun 2018 itu waktu nya agak mundur dari tahun sebelumnya, yang biasanya dilaksanakan bulan april, ditahun 2018 ternyata dilaksanakan di bulan Juni akhir – Juli awal, dan beberapa alur tes yang sedikit berubah (*nanti aku bahas sedikit di post berikutnya). Jadi untuk aku yang persiapan nya berkaca ke ujian tahun 2017 sedikit agak kaget dengan beberapa perubahan tersebut, tapi untungnya lagi-lagi jadwalnya juga lebih mundur dari sebelumnya.
Tapi, honestly aku jadi sedikit lebih malas karena merasa sudah lelah, mumet dengan soal-soal yang aku pelajari untuk ujian, dan libur lebaran aku merasa tidak bisa bebas, karena masih ada beban yang aku pikul. Selama aku belum ujian, rasanya belum tenang untukku bermain, liburan dan lainnya. Walaupun padahal belajarpun sudah bosan rasanya. Hehehe, jangan di tiru yaa.
So, langsung aja!

                Hari itu hari ke 3 Tes tulis PKN STAN berlangsung, aku dapat hari itu sesi ke 2. Lokasi ujian tulisku di cimahi. Hari itu aku berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 pagi di antar ayah dan temanku. Berpakaian rapi sesuai dengan ketentuan, kemeja putih polos, rok hitam tanpa belahan bukan span dan bukan rempel, dasi dan ikat pinggang.
Sesampainya di sana, ayahku langsung berangkat kerja.
Kami berdua masuk ke BDK Cimahi tempat dilaksanakannya ujian. Di halaman gedung tersebut terlihat banyak jejeran kursi, dan beberapa papan yang bertempelkan nomor-nomor peserta. Saat datang, aku langsung disambut oleh bapak security yang ada di depan papan, dan menanyakan nomor ujian aku dan temanku yang tertera pada BPU. Setelah itu, kami duduk ditempat yang telah ditentukan sesuai dengan petunjuk bapak tadi.
Oh iya teman, jangan sampai terlambat ya! Diusahakan saranku sudah ada di tempat ujian 60-45 menit sebelum ujian dimulai ya!

Lanjut,
Disitu kami menunggu giliran untuk verifikasi berkas yang telah ditentukan sebelumnya. Sambil menunggu, ada seorang petugas yang menjelaskan tata cara dan alur ujian kami hari ini. Pertama-tama, nanti kami akan dipanggil sesuai nomor urut, berkas yang akan di verifikasi dikeluarkan dari plastik, map atau tempat penyimpanan lainnya.
Sedikit saran lagi, bergerak cepatlah, dengarkan dengan teliti dan perhatikan dengan cermat petugas yang menjelaskan tadi, barangkali ada yang belum di mengerti maka, bisa ditanyakan langsung. Karena dari pengalaman, mungkin ada yang tidak mendengarkan dengan cermat, membuat kesalahan pada verifikasi membuat antrian jadi terhambat.

Saat dipanggil, kami mengantri untuk verifikasi berkas, setelah giliran ku, aku ditanyakan apakah sudah benar NIK nya dan lain-lain, kemudian aku disuruh untuk menulis beberapa data dan absensi, terakhir, petugas memberikan nomor pin untuk mengakses ujian di komputer nanti. Nomor pin ini digunakan untuk log­-in SKD dan tiap orang berbeda-beda. Setelat dinyatakan ter- verifikasi tanganku di cap oleh sebuah stempel merah di tangan kanan yang mengartikan bahwa aku sudah melakukan verifikasi berkas.

Lanjut kami diarahkan ke sebuah ruangan untuk menitipkan semua barang kami (termasuk tas), kemudian diberikan nomor untuk barang yang dititipkan. Lanjut setelah itu kami diperiksan seluruh badan oleh petugas, Oh iya, disini kita dicek pakai alat pendeteksi logam gitu kan, nah jadi kami disuruh lepas ikat pinggang juga. Dan diminta untuk melepas semua aksesoris tangan, baik jam tangan maupun gelang-gelang lainnya. Tujuan pemeriksaan ini tidak lain untuk memeriksa barangkali peserta ujian kedapatan membawa benda yang tidak diperkenankan, atau mungkin... contekan hahahaha.

                Setelah selesai diperiksa, kami diarahkan untuk memasuki sebuah ruangan. Disana kami menonton video tata cara log-in, cara pengisian soal, lama waktu untuk mengerjakan soal, dan detail lainnya. Setelah selesai, ada sedikit jeda waktu yang diberikan panitia untuk yang mau ke toilet dulu, atau sekedar minum. Salah nya aku saat itu, aku menyimpan botol minum ku di dalam tas yang ada di penitipan barang, sementara kita sudah tidak boleh keluar daerah yang sudah dilakukan pemeriksaan badan.

                Kita masuk ke inti hari ini!
Kami masuk ke ruang ujian. Sebelum masuk, kami diberi satu lembar kertas buram dan satu buah pulpen. Saat memasuki ruangan, petugas bilang tempat duduk nya bisa kami pilih bebas. Aku langsung meilih duduk paling depan, di daerah tengah dkat tempat duduk pengawas. Dengan bebrapa pertimbangan, jika ingin minta kertas tambahan lebih cepat hehehe. Dan untuk aku pribadi yang mudah panik, duduk di depan sangat menguntungkan, karena aku bisa fokus dengan pekerjaanku tanpa terganggu dengan melihat orang lain yang sudah beres atau apapun di depanku.
Saat waktu dimulai, aku log-in ke komputerku. Mengerjakan soal SKD. Oh iya, saat mengerjakan SKD orang tua kita atau yang menunggu kita diluar bisa melihat skor kita secara live streaming loh! Saat kita naik, lalu tersusul orang lain, atau turun karena menjawab soal yang salah. Katanya sih, tegang dan seru diluar yang menonton. Tapi karena aku tidak ditunggu oleh orangtua ku, mereka tidak merasakan hal itu hehehe. Setelah selesai, disinilah goncangan dimulai, aku sedikit takut untuk meng-klik tombol selesai. Karena, kalian juga tau kan, nilai nya langsung keluar saat aku menekan tombol itu. Dengan menghela nafas terlebih dahulu “bismillahirrahmanirrahiim..”  aku klik tombol selesai, dan alhamdulillah, nilaiku mencukupi batas minimal, dan lolos. Kemudian aku melanjutkan log-in  untuk mengerjakan soal TPA dan TBI. Setiap bagian ujian ternyata, banyak dari mereka yang gugur, entah di SKD, di TPA atau di tes terakhir TBI. Ada mereka yang pulang langsung saat belum menyelesaikan ujiannya karena tau mereka sudah gagal, namun ada juga yang tetap menyelesaikan ujian sampai selesai walau ia tau ia tak akan lolos. Sampai, teman di sebelah ku pun, ia gagal melewati batas minimal TBI, sangat disayangkan bukan. Saat aku menoleh ke belakang, betapa terkejutnya ternyata yang tersisa hanya beberapa orang saja di ruangan ini. Mungkin, jika aku duduk di posisi tengah atau belakang aku akan ikut gemetar melihat mereka yang meninggalkan ruang ujian sebelum ujian selesai, dan akan membuatku kurang berkonsentrasi. Tapi, ini hanya pendapat dan pikiranku saja.

Setelah selesai, kita bisa melihat nilai-nilai teman kita yang sudah ujian duluan dibanding kita. Dan hasil yang kita dapat bisa dilihat keesokan harinya.

Mungkin, sampai disini dulu cerita pengalamanku tentang alur tes tulis PKN STAN 2018. Perlu diperhatikan bahwa, konten ini mengandung opini yang mungkin tidak sesuai dengan pendapat kalian. Kedua, konten ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, yang berarti mungkin bisa jadi berbeda dengan orang yang melakukan tes di lokasi lain. Oh iya, maaf juga aku nggak kasih foto apapun, karena hari itu aku sama sekali nggak sempet mikir selain deg-degan mau ujian hehehe..
Kalau begitu, terimakasih atas kunjungan nya, sampai jumpa di postingan selanjutnya bagian ke-2 Pengalamanku Tes Kebugaran!
Semangat terus teman-teman!!!

Komentar

Posting Komentar